Nadyapr (@nadyapradita_)

Nadyapr

@nadyapradita_

'00

  • 8 Posts

  • 424 Followers

  • 239 Following

Kata orang cinta itu harus dikejar. Tapi bagaimana jika orang yang kita kejar malah milih orang lain? Dan katanya juga cinta itu harus diperjuangkan. Terus bagaimana jika orang yang kita perjuangkan lebih nyaman bersama orang lain. Bukannya sama aja kita ngelakuin hal yang gak penting. Udah tau gak bisa renang tapi masih aja loncat kelaut. Akhir-akhirnya mati tenggelam juga. Bisa jawab? 
Dan dengan hangat dia tersenyum. Entah berpikir atau meledek. Entah ingin menjawab atau tak peduli. Lalu akhirnya dengan tatapan mata coklatnya memandang dalam mataku, seakan ingin membaca hatiku. Dia menjawab... Mbah Maridjan aja yang udah ngabdiin dirinya sama gunung merapi pas gunungnya meletus awan panasnya kena dia jugakan. Akhirnya apa? Dia juga meninggal. Sama kaya orang jatuh cinta. Kita tuh gak pernah tau akhir dari cerita itu apa. Kita cuma bisa berjuang dan bertahan. Karna pengorbanan itu perlu. Kamu tahu alasan daun jatuh berguguran ke tanah? Itu karna mereka ingin membiarkan tunas daun baru untuk tumbuh. Biarkan air mata jatuh menghujani pipi merah kamu. Karna itu artinya kebahagiaan akan datang lebih dari apa yang telah hilang dari kamu. Dan kalo butuh sandaran aku siap. Tangan aku juga bersih untuk menghapus air mata kamu. 
Aku tertawa mendengarnya. Berpikir mungkin suatu saat nanti aku butuh pundak kamu untuk bersandar dan juga tangan kamu yang bersih untuk menghapus air mata aku. Lalu dia melanjutkan kalimatnya

Ini mungkin lucu. Tapi aku janji hujan di pipi kamu pasti akan aku buat jadi pelangi. 
Aku terdiam menatap matanya, lalu tersadar karna air hujan turun membasahiku. Dan saat aku kembali menoleh ternyata hanya ilusi. Kamu tidak disini. Aku hanya sendiri.” — PourVous

Sesaat sebelum ini datang dan memisahkan kita aku lupa bertanya. Sampai kapan daun itu jatuh berguguran dan kapan air mata itu kamu ubah menjadi pelangi?

Nadyapr (@nadyapradita_)


Kata orang cinta itu harus dikejar. Tapi bagaimana jika orang yang kita kejar malah milih orang lain? Dan katanya juga cinta itu harus diperjuangkan. Terus bagaimana jika orang yang kita perjuangkan lebih nyaman bersama orang lain. Bukannya sama aja kita ngelakuin hal yang gak penting. Udah tau gak bisa renang tapi masih aja loncat kelaut. Akhir-akhirnya mati tenggelam juga. Bisa jawab? Dan dengan hangat dia tersenyum. Entah berpikir atau meledek. Entah ingin menjawab atau tak peduli. Lalu akhirnya dengan tatapan mata coklatnya memandang dalam mataku, seakan ingin membaca hatiku. Dia menjawab... Mbah Maridjan aja yang udah ngabdiin dirinya sama gunung merapi pas gunungnya meletus awan panasnya kena dia jugakan. Akhirnya apa? Dia juga meninggal. Sama kaya orang jatuh cinta. Kita tuh gak pernah tau akhir dari cerita itu apa. Kita cuma bisa berjuang dan bertahan. Karna pengorbanan itu perlu. Kamu tahu alasan daun jatuh berguguran ke tanah? Itu karna mereka ingin membiarkan tunas daun baru untuk tumbuh. Biarkan air mata jatuh menghujani pipi merah kamu. Karna itu artinya kebahagiaan akan datang lebih dari apa yang telah hilang dari kamu. Dan kalo butuh sandaran aku siap. Tangan aku juga bersih untuk menghapus air mata kamu. Aku tertawa mendengarnya. Berpikir mungkin suatu saat nanti aku butuh pundak kamu untuk bersandar dan juga tangan kamu yang bersih untuk menghapus air mata aku. Lalu dia melanjutkan kalimatnya Ini mungkin lucu. Tapi aku janji hujan di pipi kamu pasti akan aku buat jadi pelangi. Aku terdiam menatap matanya, lalu tersadar karna air hujan turun membasahiku. Dan saat aku kembali menoleh ternyata hanya ilusi. Kamu tidak disini. Aku hanya sendiri.” — PourVous Sesaat sebelum ini datang dan memisahkan kita aku lupa bertanya. Sampai kapan daun itu jatuh berguguran dan kapan air mata itu kamu ubah menjadi pelangi?

Aku tidak butuh harapan yang dapat sirna begitu saja seperti mentari yang dapat sirna tergantikan oleh rembulan disaat malam hari. Yang kubutuhkan hanya engkau disini, sang langit yang dapat kulihat kapan pun dan disaat apapun.
Taken by @alghifari.dan

Nadyapr (@nadyapradita_)


Aku tidak butuh harapan yang dapat sirna begitu saja seperti mentari yang dapat sirna tergantikan oleh rembulan disaat malam hari. Yang kubutuhkan hanya engkau disini, sang langit yang dapat kulihat kapan pun dan disaat apapun. Taken by @alghifari.dan

Aku senang ada mereka. Mereka adalah kawan-kawanku, barometerku, yang bisa membantuku menjalani kehidupan sebagai seorang remaja dimuka bumi. Serius, jika dunia ini luas, tapi sebenernya sempit enggak apa-apa, asal dipenuhi oleh mereka. 📷 @alghifari.dan

Nadyapr (@nadyapradita_)


Aku senang ada mereka. Mereka adalah kawan-kawanku, barometerku, yang bisa membantuku menjalani kehidupan sebagai seorang remaja dimuka bumi. Serius, jika dunia ini luas, tapi sebenernya sempit enggak apa-apa, asal dipenuhi oleh mereka. 📷 @alghifari.dan

jayalah negriku bangkitlah bangsaku
angkatlah panjimu satu kanlah mimpimu
yang tak akan padam menggapai cita
adil dan makmur sejahtera indonesia

This country, the Republic of Indonesia, does not belong to any group, nor to any religion, nor to any ethnic group, nor to any group with customs and traditions, but the property of all of us from Sabang to Merauke! -bungkarno

Nadyapr (@nadyapradita_)


jayalah negriku bangkitlah bangsaku angkatlah panjimu satu kanlah mimpimu yang tak akan padam menggapai cita adil dan makmur sejahtera indonesia This country, the Republic of Indonesia, does not belong to any group, nor to any religion, nor to any ethnic group, nor to any group with customs and traditions, but the property of all of us from Sabang to Merauke! -bungkarno

Teruntuk kamu, 
Yang tak pernah menghargai perasaan seseorang,
Seseorang yang berharap karena kamu,
Kamu sendiri yang memberinya sebuah kesempatan,
Kesempatan yang nyatanya tak pernah ada.

Bagaikan mengaduk kopi,
Begitu nikmat menghirupnya aromanya,
Namun disisi lain,
Ada gula yang meleleh,
Rela memberikan rasa manisnya,
Namun dirinya harus lenyap.

Nadyapr (@nadyapradita_)


Teruntuk kamu, Yang tak pernah menghargai perasaan seseorang, Seseorang yang berharap karena kamu, Kamu sendiri yang memberinya sebuah kesempatan, Kesempatan yang nyatanya tak pernah ada. Bagaikan mengaduk kopi, Begitu nikmat menghirupnya aromanya, Namun disisi lain, Ada gula yang meleleh, Rela memberikan rasa manisnya, Namun dirinya harus lenyap.

There are no good enemies like you right now *blurr.

Nadyapr (@nadyapradita_)


There are no good enemies like you right now *blurr.

Kelas yang bisanya bikin kangen mulu🙈

Nadyapr (@nadyapradita_)


Kelas yang bisanya bikin kangen mulu🙈